PCO (Polycystic Ovary) atau disebut juga PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome)
adalah kondisi dimana seorang wanita mengalami ketidakseimbangan
hormon. Ketidakseimbangan hormon ini dicurigai akibat dari adanya
transfer kimia antara otak dan indung telur. PCOS bisa terjadi karena
hormon LH (Lutheinizing Hormone) dan Insulin yang terlalu tinggi. Dan
juga tingginya hormon Androgen (hormon laki-laki) pada wanita.
CIRI-CIRI PENDERITA PCOS :
- Antara 50% - 60% wanita dengan diagnosa PCOS, menderita obesitas.
- Dalam pemeriksaan USG terlihat sejumlah sel telur dengan ukuran kecil-kecil.
- Siklus haid yang tidak teratur dengan gejala PMS (Pre Menstrual Syndrome) yang lebih berat. Jika anda mendapati siklus haid anda terjadi hanya 2-3 kali dalam setahun, kemungkinan anda mengalami PCOS.
- Mengalami kesulitan untuk hamil, karena ovulasi yang tidak teratur.
- Pertumbuhan rambut-rambut halus pada beberapa bagian tubuh, dan penipisan rambut pada bagian kepala.
- Jerawat.
- Bercak-bercak hitam pada leher bagian belakang, bawah ketiak atau pada lipatan-lipatan tubuh yang lain (disebut Acanthosis Nigricans).
- Penambahan berat badan yang cepat
RESIKO Yang bisa ditimbulkan karena faktor PCOS :
- 7 kali lebih tinggi terkena Diabetes.
- Penyakit jantung.
- Tekanan Darah Tinggi.
- Penebalan Lapisan Endometrium (lapisan dinding rahim) yang dapat meningkatkan resiko kanker jika tidak segera ditangani.
- Gangguan tidur dan depresi.
PENANGANAN UNTUK PCOS :
- Pengobatan dengan obat-obat dari dokter.
- Diet Sehat Untuk Penderita PCOS. *
- Olah Raga.
* DIET SEHAT UNTUK PCOS : (DO AND DON'T)
1. Hindari makanan yang mengandung gula-gula buatan
yang bisa menyebabkan peningkatan kadar insulin.----- Seperti : gula
halus, permen, kue-kue manis, soft drink dan minuman-minuman yang manis
lainnya.
DON'T
DO
3. Konsumsi ikan-ikan segar yang banyak mengandung Omega-3, seperti contohnya ikan Salmon yang kaya akan Omega-3.-----
Asam lemak Omega-3 terbukti mampu menurunkan kadar hormon testosteron
(hormon laki-laki), sehingga membantu kinerja ovarium dalam mematangkan
sel telur.
DO
4. Putih Telur Ayam Kampung.---
Selain tinggi protein, putih telur juga bermanfaat untuk menjaga dan
mempertahankan kualitas sel telur. Dari hasil riset Dr. Sidika
E.Kasim-Karakas, MD, pakar endokrinologi dari UC Davis Medical Center
ENS, Sacramento, California, AS, membuktikan bahwa diet dengan menu
makanan berprotein tinggi dapat membantu mempertahankan kadar hormon,
sehingga siklus haid menjadi lebih teratur dan bisa meningkatkan
kesuburan. Makanan tinggi protein seperti telur, ikan, daging, tempe,
dan tahu biasanya mengandung karbohidrat rendah, yang membuat kadar gula
menjadi normal dan menurunkan jumlah insulin yang dihasilkan pankreas.
Kadar insulin yang rendah akan menurunkan kadar hormon androgen yang
diproduksi ovarium. Artinya, sel-sel telur di dalam ovarium
berkesempatan untuk matang, yang memungkinkan terjadinya kehamilan.
DO
5. Kurangi kacang-kacangan, termasuk Susu Soya.------
Kedelai yang dikonsumsi dalam dosis tinggi bisa memperpanjang siklus
menstruasi, menurunkan FSH (Follicle-Stimulating Hormone) dan LH
(Leutinizing Hormone). Namun tidak perlu khawatir karena hal ini akan
timbul hanya jika kedelai dikonsumsi secara berlebihan. Meskipun begitu,
disebagian negara, susu soya sangat dianjurkan untuk orang-orang yang
sedang dalam penanganan kesuburan. Ini dimaksudkan untuk menekan
perkembangan sel telur yang berlebihan, atau OHSS (Ovarium Hyper
Stimulating Syndrome), dan untuk membantu mengurangi produksi gas di
perut yang berlebihan saat menjalani terapi induksi ovarium.
DON'T
6. Umbi-umbian,
seperti ubi jalar, kentang, wortel, lobak dan jenis umbi lainnya
mempunyai kandungan vitamin A, E, dan C, juga kandungan beta-karoten
yang bagus sebagai antioksidan. Dan kandungan phytoestrogen dan
progesteron pada ubi jalar dapat membantu ovarium mampu memproduksi sel
telur matang.
DO
7. Suplemen DHEA.-------DHEA
(dehydroepiandrosteron) bisa dikategorikan 'hormon awet muda' ,bahkan
dikalangan gerontology dikenal sebagai 'ibu dari segala hormon' ini
adalah hormon yang sebenarnya sudah dimiliki setiap orang. Hormon ini
berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan hormon-hormon yang lain. Tapi
seiring bertambahnya usia, hormon ini lambat-laun akan mengalami
penurunan, sehingga untuk mempertahankan agar hormon ini tetap stabil,
diperlukan penunjang dalam bentuk suplemen. Suplemen untuk DHEA
berfungsi sebagai antioksidan, dan menjaga kesehatan organ tubuh seperti
kulit, otak, mata, tulang, dll. Mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan
gairah sex (libido).
(TIDAK dianjurkan dikonsumsi pria atau wanita dibawah 40th dan penderita pembesaran/kanker prostat)
8. Olah-raga ringan seperti jogging dan yoga yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan. Dalam gerakan-gerakan yoga mampu meningkatkan
aliran darah ke organ reproduksi dan mengatur semua fungsi hormon.
Selain itu juga dapat menghilangkan stres dan menjadikan emosi tetap
stabil.
“Filosofi
seluruh yoga adalah perbaikan dan pembersihan diri, olahraga, serta
berfokus pada hal yang positif dalam hidup. Ini bagus untuk mengurangi
berat badan, mengurangi stres, dan banyak hal," kata Dr Pfeifer.






